The Princess Diaries 2 and me

Liat film The Princess Diaries 2: Royal Engagement untuk yang kedua kalinya. Baru saja merasakan bagaimana perasaan gadis yang beranjak dewasa. Atau nyaris dewasa.

Ooooppppssss…

Bukan bermaksud hendak membandingkan diri dengan Mia, sang putri yang harus naik tahta saat berusia 21 tahun lho…

Yang pertama, aku bukan keturunan raja. So, tidak akan pernah menjadi putri dan naik tahta menjadi ratu.

Yang kedua, I’m Indonesian not American

Yang ketiga, aku ada dalam dunia nyata sedangkan Mia hanya ada di dalam film.

Tapi satu hal yang mungkin sama antara aku dan Mia: never been in love until 21.

Itulah yang membuatku tertarik dengan film ini. Bukan hanya settingnya bagus dan remaja banget… Tapi bagaimana seorang gadis yang beranjak remaja menggunakan hatinya untuk memutuskan hal2 yang menurutnya terbaik. Dengan hatinya, ia mengubah aturan yang sudah ada menjadi aturan yang lebih baik dan lebih bisa diterima akal sehat.

Dan satu hal lain yang membuatku tertarik adalah bahwa setiap gadis (termasuk aku) bisa menjadi seorang puteri. With my own way, absolutely.. SEmua gadis itu puteri untuk diri mereka sendiri. Dan bisa mendapatkan pangeran mereka. Their own prince. Karena segala hal diputuskan oleh diri kita sendiri. Dan perempuan memiliki nilai khusus karena ia selalu menggunakan hati mereka untuk memutuskan segala hal

Just follow your heart, you will find anything in your life…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: