ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI KEHAMILAN


ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTENSI KEHAMILAN

A. A. DEFINISI

Hipertensi:

Kenaikan nilai tekanan sistolik sebesar 30 mmHg/lebih atau kenaikan tekanan diastolik 15 mmHg diatas tekanan dasar.

Peningkatan MAP > 20 mmHg/ jika tekanan darah sebelumnya tidak diketahui, MAP sebesar 105 mmHg.

Peningkatan darah terjadi minimal dengan 2 kali pemeriksaan, jarak 4 – 6 jam, dengan teknik dan alat yang standar.

* Hipertensi sementara àperkembangan hipertensi selama masa hamil/24 jam I nifas tanpa ada tanda preeklampsia.

* Hipertensi kronis àhipertensi yang sudah ada sebelum kehamilan/sebelum gestasi 20 minggu. Atau hipertensi yang menetap setelah 6 minggu pasca persalinan

* Preeklampsia

kondisi spesifik kehamilan, hipertensi terjadi setelah minggu ke 20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal.

merupakan penyakit vasospastik yang ditandai dengan hemokonsentrasi, hipertensi, dan proteinuria.

* Eklampsia

Yaitu terjadinya konvulsi atau koma pada klien disertai tanda dan gejala preeklampsia

Konvulsi atau koma dapat muncul tanpa didahului gangguan neurologis.

* Sindrom HELLP

Suatu keadaan multisistem, merupakan suatu bentuk   preeklampsia – eklampsia berat dimana ibu tersebut mengalami berbagai keluhan dan menunjukkan adanya bukti laboratorium umum untuk sindrom hemolisis (H), peningkatan enzim hati (EL), dan trombosit rendah (LP).

B. B. PATOFISIOLOGI

o Adaptasi fisiologi normal pada kehamilan meliputi; peningkatan volume plasma darah, vasodilatasi, penurunan resistensi vaskuler sistemik, peningkatan curah jantung, penurunan tekanan osmotik koloid.

o Pada preeklampsia:

Volume plasenta ↓ hemokonsentrasi dan peningkatan hematokrit maternal

Perfusi organ maternal ↓ SDM (Sel Darah Merah) hancur, perfusi organ ↓

Kapasitas oksigen maternal ↓


C. FAKTOR RISIKO

Primigravida/multipara dengan usia > tua

Usia < 18 atau > 35 tahun

Berat: > 50 kg

– Adanya penyakit kronis: Hipertensi, penyakit pembuluh darah

– Kehamilan multipel, janin besar, polihidramnion

– Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya.

D. DIAGNOSIS

Diagnosis Preeklampsia Ringan

· Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih

· Proteinuria 5 gr/lebih dalam 24 jam; 3 atau 4+ pada pemeriksaan kualitatif.

· Oligouria, air kencing 400 ml/kurang dalam 24 jam

· Keluhan serebral, gangguan penglihatan, atau nyeri di daerah epigastrum

· Edema paru-paru atau sianosis

Diagnosis Preeklampsia Berat

· TD sistolik > 160 mmHg diastolik >110 mmHg pada 2 kali pemeriksaan.

· Proteinuria > 5 gr dalam urin 24 jam

· Oligouria < 400 ml dalam 24 jam

· Gangguan otak dan penglihatan

· Nyeri ulu hati

· Edema paru/sianosis

· S                          sindrom HELLP

E. E. ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian:

§ Pengkajian faktor risiko

§ Pemeriksaan tekanan darah

§ Observasi edema: distribusi, derajat & pitting edema

Edema dependen (edema bagian bawah/bagian tubuh yang dependen).

Edema pitting (lekukan kecil akibat tekanan pada bagian yang edema, menetap 10 – 30 menit).

§ Refleks Tendon Profunda (RTP)

Refleks bisep da patela serta klonus pada pergelangan kaki. Hilangnya RTPàkeracunan magnesium

§ Menentukan status janin: DJJ, NST, CST, USG

§ Pemeriksaan laboratorium: HMT, HB, Trombosis, enzim hati, glukosa

Diagnosa Keperawatan

o Perubahan perfusi jaringan/organ b.d hipertensi, vasospasme siklik, edema serebral, perdarahan.

o Gangguan pertukaran gas b.d efek pengobatan, edema paru.

o Curah jantung menurun b.d terapi antihipertensi yang berlebihan, prosses penyakit.

o Koping individu/ keluarga tidak efektif

o Cemas

o Risiko injuri b.d iritabilitas SSP, terapi

Intervensi

§ Intervensi efektif adalah pencegahan; perawatan prenatal dini, identifikasi ibu berisiko selama kehamilan, pengenalan serta pelaporan tanda-tanda bahaya fisik.

§ Intervensi pencegahan lain adalah: konseling, konseling nutrisi, dan informasi tentang adaptasi normal pada kehamilan.

§ Berikan informasi pada ibu tentang kondisi dan tanggung jawabnya dalam penatalaksanaan preeklampsia.

§ Bed rest miring kiri à memperbaiki sirkulasi uteroplasenta

§ Latihan fisik ringan à memperbaiki sirkulasi, tonus otot

§ Hindari makanan tinggi garam

§ Kolaboratif: antihipertensi àmenurunkan risiko gagal ventrikel kiri & perdarahan otak àperfusi uteroplasenta terjaga

Intervensi di rumah

§ Laporkan bila ada peningkatan TD, berat badan > 0,5 kg/minggu, edema.

§ Periksa jumlah keluaran urin bila <400 ml/24 jam, laporkan jika proteinuria ≥ +2 atau pengeluaran urin berkurang

§ Monitor aktivitas janin setiap hari (3 gerakan atau kurang setiap jam) mengindikasikan gawat janin.

§ Lakukan pemeriksaan antenatal secara teratur

Managemen MgSO4

§ Berfungsi untuk mencegah dan mengendalikan kejang

§ Dosis awal 4 – 6 g selama 15 – 30 menit diikuti dosis rumatan 2 – 4 g/jam

§ Observasi tanda keracunan Mg SO4: pernafasan < 12/menit, hiporefleksia/tidak ada refleks, jumlah urin < 30 ml/jam, kadar serum toksik>9,6 mg/dl, tanda distress (DJJ tiba-tiba menurun), penurunan TD dan denyut nadi

§ Intervensi:

Hentikan MgSO4 , ganti dengan larutan rumatan

Kolaborasi dengan dokter

Berikan kalsium glukonal/CaCl sesuai program (misal 1 gr melalui IV diberikan selama 3 menit)

Lakukan pemeriksaan TD, pernafasan, urin

Pantau kadar MgSO4 (kadar terapeutik: 4,8 – 9,6 mg/dl).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: