12 Mei –> Nursing Day

12 Mei 2008 adalah hari keperawatan sedunia.
Hari Senin kemarin aku dan semua teman dari institusi2 pendidikan yang menyelenggarakan program studi keperawatan ikut dalam acara Long March damai bersama PPNI.
Aksi kali ini menuntut agar RUU praktik keperawatan segera disahkan.

Perjalanan dimulai dari Tugu Jogja.
Aku bersama ratusan teman lain Long march dari tugu sampai kantor DPRD Yogyakarta.
Di kantor DPRD Yogyakarta kami disambut langsung oleh ketua DPRD propinsi Yogyakarta yang menjanjikan akan menaikkan gugatan ini ke kantor Pusat
Kami semua semangat banget….
Sepanjang hari itu meneriakkan yel2…
Semoga apa yang kami gugat benar2 bisa menjadi pertimbangan karena ternyata proses pelayanan kesehatan di rumah sakit itu 75% adalah praktik keperawatan. Dan di seluruh negara di Asia Tenggara ternyata hanya Indonesia yang belum memiliki UU Keperawatan selain Vietnam.
Bagaimana jadinya perawat tanpa UU?
Bayangkan kita bertanggung jawab atas nyawa manusia yang mempunyai risiko yang benar2 besar namun di belakang kami tidak ada suatu hukum yang melindungi kami (perawat) dalam melaksanakan profesi.
Kenapa di Indonesia ini perawat dijadikan pembantu dokter?
Dengan terang-terangan aku (calon perawat) menolak pernyataan itu.
Ilmu keperawatan memiliki cabang ilmu sendiri. Perawat juga memiliki peran sendiri dalam merawat orang sakit.
Yang jadi pertanyaan sekarang adalah mengapa Indonesia tidak mau belajar dari kesalahan?
Tingkat harapan hidup masyarakat Indonesia adalah adalah termasuk salah satu yang terburuk di Dunia. Sedangkan di dunia perawat mempunyai peran yang sangat penting untuk menyehatkan umat manusia. Dan perawat disana bisa berbuat banyak karena mereka telah dilindungi UU sehingga mereka dapat melaksanakan profesinya dengan nyaman tanpa takut disalahkan.
Hal ini juga diperparah dengan masuknya zaman globalisasi dimana pada saatnya nanti akan banyak perawat asing yang dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Perawat2 asing itu akan mudah masuk ke Indonesia karena minimal di negara mereka sudah terdapat UU Keperawatan. Lalu bagaimana nasib perawat2 Indonesia nantinya? Apakah mereka akan terjajah di ‘rumah’ mereka sendiri?

Lalu kami jalan lagi…
Berhenti di depan Gedung Agung.
Di 0 Km kota Jogja itu kami melancarkan aksi teatrikal dan pada akhirnya membacakan tuntutan kepada pemerintah bahwa jika RUU belum disahkan sampai akhir tahun ini, kami mengancam akan mengadakan tuntutan nasional…

Pada akhirnya semua tergantung pada niat baik pemerintah untuk memajukan keperawatan dan kesehatan bangsa Indonesia.
Karena bila UU Keperawatan disahkan, bukan hanya perawat yang menikmati.
Pada dasarnya kami berjuang untuk kepentingan rakyat juga

UU KEPERAWATAN DATANG, RAKYAT SENANG

ViEThA, 13 Mei 2008
18.25 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: