Sang Pemimpi… my reflection

” Tanpa mimpi orang-orang seperti kita akan mati…” Itulah salah satu kalimat inspirasi dari novel Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata.
Ketika kita berada di sebuah titik yang merupakan sebuah titik penentuan dimana ketika kita maju kita akan mendapatkan dunia ada di genggaman kita, namun apabila kita mundur atau jalan ditempat, kita akan mendapati bahwa dunia akan menggenggam kita. Mungkin di titik inilah sekarang aku berada. Aku diharuskan mempunyai mimpi sebesar dunia, tapi untuk mewujudkannya aku harus berderai air mata, keringat, bahkan waktu yang membuatku kelelahan, tak berdaya, dan ingin menyerah pada saat itu. Atau aku harus hanya diam saja sambil menanti kira-kira aku akan mendapatkan apa di dunia ini?
Aku ingin menjadi orang yang bertekad baja, mempunyai mimpi-mimpi yang besar, menyimpan mimpi itu kuat-kuat di dalam otakku dan berusaha untuk mewujudkannya. Mungkin aku akan mengalami berbagai macam cobaan yang dapat membuatku menyerah. Namun, tokoh Ikal yang diceritakan dalam novel ini membuatku terinspirasi. Dia pernah mengalami sebuah cobaan yang paling besar bagi seorang pemimpi-kehilangan mimpinya-. Saat itu ia merasa mimpinya untuk pergi kiliah ke Paris bagaikan angan-angan kosong, ia takut mimpinya tidak akan pernah terwujud dan ia melupakannya begitu saja. Namun, apa yang didapatkannya ketika ia kehilangan mimpinya? Ia mengecewakan ayahnya yang sangat membanggakannya dan Arai, saudara sekaligus sahabat karibnya. Dan saat itulah ia sadar ia harus menemukan kembali mimpi-mimpi nya yang sempat terlupakan. Ia yakin dan berjuang keras mewujudkan impiannya. Tuhan pun tidak melewatkan apa yang ada di hati umatNya. Ia memeluk mimpi-mimpi umatNya yang mereka panjatkan di sujud malam mereka lalu dengan indahnya mengabulkan mimpi-mimpi itu sebagai hadiah terindah bagi orang-orang yang percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Buku ini banyak sekali memberiku inspirasi. Bagaimana dengan segala keterbatasannya, orang2 dalam novel ini memiliki hidup yang sempurna (sempurna menurutku adalah semua hal yang dimimpikannya menjadi kenyataan). Saat membaca buku ini aku juga mulai merasa ‘tercolek’. Aku jadi bertanya apa yang sudah aku lakukan untuk hidupku sendiri. Kadang aku merasa tidak berdaya apa2 ketika melihat ada orang yang dengan bangganya membacakan deretan prestasinya yang segudang, tapi aku gimana? Nol…
Novel Sang pemimpi benar2 menginspirasikan banyak hal untukku. Bagaimana seseorang memiliki mimpi dalam hidupnya, menyimpannya kuat2 dalam dirinya, untuk kemudian menjadi kenyataan yang sangat indah. Aku benar2 kagum bagaimana mereka bisa menyimpan mimpi2 itu…Buku itu juga ingin mengatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: