Kisah Tentang Seorang Gadis Kecil

Kisah Tentang Seorang Gadis Kecil
Ada seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah pedesaan yang sangat indah. Desa itu memiliki pemandangan puncak gunung yang benar-benar membuat mata sejuk bila memandangnya. Disekeliling desa itu terdapat banyak sekali tanaman bunga yang berwarna-warni, beraneka macam rupa, dan kupu-kupu menambah suasana di sana semakin indah. Udaranya pun sangat segar. Terdapat berpuluh-puluh hektar perkebunan teh yang membuat udara di sekitar desa itu menjadi segar.
Jika sang surya mulai tenggelam dan sang malam mulai menyelimuti bumi, suara jangkrik terdengar sangat merdu. Nyanyian syukur makhluk atas keagungan Tuhannya yang menjadikan desa itu sangat nyaman untuk ditinggali. Benar- benar tempat yang sempurna.
Gadis itu keluar dari rumahnya. Melewati pagar rumahnya yang terbuat dari kayu. Halaman rumah gadis kecil itupun penuh dengan pohon dan taman bunga. Gadis kecil tersebut menutup kembali pagar terbuat dari kayu dan melanjutkan perjalanannya. Hawa pagi yang segar membuat paru-parunya bebas menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sehingga paru-parunya lega dan segar. Angin sepoi-sepoi membelai wajah dan rambutnya yang panjang terurai. Kupu-kupu menghampirinya seakan-akan mengucapkan salam selamat pagi untuknya. Burung-burung berkicau dengan merdu membuat alam semakin nyaman untuk dihuni karena melodi yang dapat menenangkan jiwa. Gadis kecil itu terus berjalan menyusuri bukit yang penuh dengan pohon teh. Udara pagi di perkebunan teh yang benar-benar menyenangkan. Disana terlihat beberapa orang sedang memetiki daun di pucuk pohon teh untuk dijadikan teh yang biasa diminum olehnya. Gadis itu benar-benar suka dengan udara di perkebunan teh yang sangat segar itu. Namun, gadis itu tidak mau berhenti disana. Dia ingin melanjutkan perjalanannya seperti apa yang ia lakukan setiap harinya untuk berangkat ke sekolahnya. Gadis itu terus berjalan sampai ia bertemu dengan sebuah sungai. Sungai itu tidak terlalu besar tapi masih sangat cantik. Aairnya sangat jernih. Ikan terlihat menari-nari dengan lincahnya. Dia memandangi ikan-ikan itu dengan tersenyum senang. “Ikan yang lucu”, pikirnya. Namun, ia tidak ingin lama-lama. Ia tidak mau terlambat masuk sekolah. Lalu iapun menyeberangi sungai nan cantik itu dengan jembatan yang memang sudah dipersiapkan. Jembatan itu terbuat dari bambu. Tanpa cat. Namun, terlihat cantik karena menyatu dengan alam. Perjalanan terus berlanjut. Di sepanjang jalan, mata gadis kecil itu menyapu semua pemandangan yang ia lewati. Mulai dari padi yang sudah menguning, sampai burung yang terbang dan hinggap di kabel tiang listrik pun tak luput dari pandangannya. Gadis kecil itu sangat menikmati perjalanannya. Namun, disuatu tempat ia melihat sebuah bangunan besar yang mengeluarkan asap hitam pekat yang terlihat menyesakkan dada. Pohon-pohon pinus dan karet di sekitar bangunan tersebut juga sudah habis ditebang. Gadis kecil itu tidak tau kemana perginya pohon-pohon disekitar bangunan besar itu. Tapi satu hal yang paling jelas diketahuinya. Gadis kecil itu tidak suka dengan keberadaan bangunan besar yang mengeluarkan asap hitam pekat dan pohon-pohon pinus dan karet yang hilang sejak bangunan itu ada.
Gadis kecil itu terus bertanya dalam hati. Mengapa semua begini?
Gadis kecil itu melanjutkan perjalanannya dengan sebuah pertanyaan besar mengganjal dalam hatinya. Dia belum tau jawabannya, tapi dia tau kalau hal terakhir yang dilihatnya salah. Dan dia tidak suka melihat asap hitam tebal yang terlihat sangat menyesakkan dada.
Vie_tha
28 Desember 2007, 19.48 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: